Senin, 08 Mei 2017

Impian yang tak kunjung tersampaikan

                                                      Putri Dewanti

"Menelusur Labirinmu"

Memutar-mutar di jalan berliku
Seperti menelusur labirinmu
Ruang parkir tempat segala terpikir
Berulang terlewat bersama dahaga itu
Adakah tujuan selalu membisu
Kita memburu mengulur waktu
Sementara tanganmu yang kelu
Merenggang dari pinggang yang jemu
Kita ulang alik mengunyah jalan yang sama
Mencumbu rindu agar haus tersapu
Lalu melaju
Tapi mengapa selalu ada dejavu
Cinta yang beku mencair dipanggang waktu
Dan kau yang kuburu tak juga ketemu

Memutar-mutar di jalan berliku seperti kesulitan seseorang dalam menemukan sebuah jalan seolah-olah ia berada dalam dinding labirin. Seperti menelusur labirinmu, dia hanya kembali memutar-mutar dalam sebuah keadaan yang sama seperti tak lagi bisa ia pecahkan. Adakah tujuan selalu membisu, Kita memburu mengulur waktu, mungkinkah sebuah tujuan tak dapat dicapai dengan waktu yang sudah ditentukan. Sementara tanganmu yang kelu, sementara ia belum menemukan jalan kearah mimpi tersebut. Kita ulang alik mengunyah jalan yang sama, dan lagi ia kembali dalam kesusahan yang sama. Mencumbu rindu agar haus tersapu, Lalu melaju, mengharapkan sebuah pertolongan (titik terang) menuju mimpi tersebut. Tapi mengapa selalu ada dejavu, tapi yang ada hanyalah kefanaan (khayalan). Cinta yang beku mencair dipanggang waktu, harapan yang diinginkan seolah-olah lekang oleh waktu. Dan kau yang kuburu tak juga ketemu, dan mimpi yang diharap tak jua ia temui (terwujud).
Dari pengamatan yang saya baca puisi yang berjudul  Menelusur Labirinmu karya M. Shoim Anwar ini cukup bagus dalam merangkai kata-katanya. Penulis dapat mengemas puisi dengan sangat menarik yaitu dengan cara mengangkat tentang realitas kehidupan yang sering dialami pembaca, diksi yang dipilih menggunakan kata-kata konotasi yang unik, serta terdapat majas hiperbola yaitu melebih-lebihkan sesuatu seperti pada bait kita memburu mengulur waktu dan cinta yang beku mencair dipanggang waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar